5 Reasons Publishers Should Go Digital

Posted on Apr 06, 2016 by: higoapps

Digital telah menjadi sebuah ‘tren,’ dari teknologi industri sampai media industri. Hal ini juga menjadi platform penting bagi perusahaan penerbitan. Sebagaimana insinyur perangkat lunak terus menciptakan dan memajukan teknologi, Era Digital membentuk budaya dan masa depan masyarakat. Ini bukan hal aneh melihat banyak orang berjalan menyusuri jalan menatap smartphone mereka atau duduk di dalam sebuah kafe bermain dengan tablet maupun laptop mereka.

Banyaknya waktu yang dihabiskan orang di internet tumbuh secara signifikan karena sebagian besar pengguna terhubung melalui smartphone, tablet, dan komputer. Pada 2015, 93,4 juta orang mengakses internet di Indonesia. Angka ini diproyeksikan tumbuh menjadi 123 juta pada 2018, data menurut Statista. Pada saat yang sama, orang Indonesia menghabiskan lebih dari  400 menit setiap hari nya dalam menggunakan laptop, smartphone dan tablet, menurut sebuah penelitian terbaru oleh Millward Brown AdReaction.

Digital adalah masa depan. Sementara berlangganan majalah cetak secara perlahan menurun, penjualan majalah digital pun meningkat.

Berikut adalah 5 alasan penerbit harus beralih ke digital:

Pengalaman pengguna

Pelanggan yang senang akan datang kembali, dan untuk membuat mereka senang, penerbit harus memberikan mereka sebuah pengalaman pengguna yang unik. Pada abad ke-21, pengalaman pengguna sangat penting karena ini akan menentukan iya atau tidaknya pelanggan akan terus menggunakan sebuah produk atau layanan. Dengan teknologi digital, tidak hanya lebih mudah dan fleksibel, pembaca pun akan memukan juga pengalaman digital unik terutama ketika mereka mengaksesnya melalui perangkat pintar yang mereka miliki di mana saja dan kapan saja.

Dapat Mengetahui Pelanggan Setia

Penerbit mungkin menghabiskan terlalu banyak uang dalam mendistribusikan publikasi mereka di seluruh negeri. Tidak hanya biaya penerbitan yang cukup mahal, tetapi juga ada biaya pengiriman. Setelah publikasi didistribusikan secara fisik, hampir tidak ada cara untuk melacak dimana dan siapa yang membeli serta membacanya. Dengan kecanggihan teknologi digital, data analitik disediakan oleh perusahaan-perusahaan teknologi yang akan membantu penerbit untuk mengenal pelanggan setia mereka secara rinci. Data analitik adalah sebuah tanggapan pelanggan kepada penerbit untuk meningkatkan produksi mereka.

Lebih Murah Paperless

Ini adalah fakta bahwa lebih banyak pohon yang ditebang, akan berkurangnya bahan baku pembuatan kertas. Permintaan kertas di Indonesia masih tinggi; pada saat yang sama, pasokan perlahan-lahan menurun, membuat harga kertas meningkat dari waktu ke waktu. Beralih ke digital adalah sebuah alternatif cerdas untuk penerbit yang juga merupakan pilihan efisien dan lebih murah. Daripada menghabiskan uang untuk mencetak ratusan ribu eksemplar koran dan majalah, yang pada akhirnya akan dilupakan dan dibuang oleh pembaca, penerbit bisa menghemat uang mereka dan berinvestasi untuk platform lainnya.

Mengikuti Tren

Industri media mungkin industri yang paling banyak penggunanya karena penting bagi setiap orang untuk tetap berhubungan dengan hal-hal yang terjadi di seluruh dunia. Dengan teknologi, online informasi dapat dijangkau dalam hitungan detik, yang membuatnya menjadi keharusan bagi penerbit untuk mengikuti tren dari platform yang pembaca gunakan sehari-hari. Untuk dapat bertahan di Era Digital, terutama di industri media yang sangat kompetitif, semua penerbit perlu beralih ke digital dan memberikan informasi kepada pembaca mereka, termasuk melalui online.

Go Green

Menurut Conservatree, 1 ton kertas koran terbuat dari 12 pohon, dimana satu pohon kira-kira sama dengan 3.757 lembar kertas koran atau sekitar 70 eksemplar koran yang berisi 54 halaman. Ini berarti, satu salinan dari koran menggunakan sekitar 1,4 persen dari satu pohon. Sebuah perusahaan koran mendistribusikan kira-kira sekitar 5.000 eksemplar setiap hari; yang setara dengan 71 pohon setiap hari. Untuk penerbit yang beralih ke digital, itu juga berarti mereka ikut berkontribusi dalam menyelamatkan pohon dan membantu menciptakan planet yang lebih hijau.

Untuk bertahan hidup di era digital, penerbit harus melihat alternatif baru untuk publikasi mereka – beralih digital. Selain meningkatnya jumlah pengguna smartphone dan tablet di Indonesia, membaca digital juga telah menjadi tren gaya hidup masyarakat. Untuk mengetahui apa yang terjadi di dunia sekarang telah menjadi hal yang sangat nyaman, dapat diakses hanya melalui ujung jari.

HIGO adalah aplikasi mobile majalah digital baru di Indonesia, dan secara aktif mengembangkan fitur, seperti Like, Share, dan Comment. Fitur utama kami adalah “Tiles Page,” akses satu klik menuju artikel majalah. Jangan lewatan untuk update rilis dan fitur terbaru sebagaimana HIGO terus berkembang. Untuk mempelajari lebih lanjut, kunjungi website kami dan halaman Facebook serta Twitter.

___________________________________________________________________

Digital has become the ‘trend,’ from technology to media industries. It has also become an essential platform for publishing companies. As software engineers keep inventing and advancing the technologies, Digital Era is reshaping people’s culture and future. It’s no strange seeing people walking down the street looking at their smartphones or sitting down inside a cafe playing with their tablets or laptops.

The number of hours that people spend on the Internet has grown significantly as most users are connected through smartphones, tablets, and computers. In 2015, 93.4 million people were accessing the internet in Indonesia. This figure is projected to grow to 123 million in 2018, according to Statista. At the same time, Indonesian people spend over 400 minutes every day using laptop, smartphone and tablet, according to a recent study by Millward Brown AdReaction.

Digital is the future. While printed magazine subscriptions are slowly going down, sales for digital magazines are increasing.

Below are the 5 reasons publishers should go digital:

User Experience

Happy customers will come back, and to make them happy, publishers need to provide them with unique user experience. In the 21st century, user experience is very crucial because it will determine whether or not a customer wants to continue using a product or service. With the digital technology, not only it’s easier and flexible, but there is also a unique digital experience readers will discover especially when it’s accessed through smart devices that is available anywhere, anytime. 

Get to Know the Brand Loyals

Publishers may spend too much money into distributing their publications throughout the country. Not only the printing already costs a lot, but there is also shipping costs. After a publication is being distributed physically, there is almost no way to track where it’s been, who buys and reads it. With the advanced of digital technology, the analytics data provided by tech companies will help publishers to get to know their brand loyals in details. The analytics data is a form of feedback from readers for publishers to improve their productions. 

Cheaper Paperless

It is a fact that the more trees cut down, there will be less material to make papers. The demand of papers in Indonesia is still high; at the same time, the supply is slowly decreasing, making the paper price to increase over time. Going digital is a smart alternative for publishers that are also an efficient and cheaper option. Instead of spending money to print hundreds of thousands copies of newspapers and magazines, which in the end will be forgotten and thrown away by readers, publishers could save those money and invest it to other platforms. 

Following the Trend

The media industry might be the industry with the most audience because it is important for everyone to keep in touch with the things that are happening across the globe. With the technology, information could travel within seconds online, which makes it a must for publishers to be following the trend of what platforms readers use daily. To be able to survive in the Digital Era, the competitive industry like the media, all publishers need to go digital and provide information where their readers are, including online.  

Go Green

According to Conservatree, 1 ton of newsprint papers are made out of 12 trees, which one tree is approximately equal to only 3,757 sheets of newsprint papers or about 70 copies of 54-page newspapers. This means that one copy of newspaper uses about 1.4 percent of a tree. A newspaper company is distributing roughly about 5.000 copies every day; that equals to 71 trees every day. For publishers who are going digital, it also means that they take a part of saving trees and help creating a greener planet.

To survive in the early era of digital, publishers should look into a new alternative of their publications — going digital. Addition to the growing number of smartphones and tablets users in Indonesia, digital reading has also become a trend of people’s lifestyle. To know what’s going on with the world is now so convenient accessed within fingertips.

HIGO is a new digital magazine mobile app in Indonesia, and is actively developing features, such as like, comment and share. Our main feature is “Tiles Page,” a single-click access to digital magazine articles. Keep watching for new release updates and features as HIGO continues to grow. To learn more, visit our website and be sure to visit us on Facebook as well as Twitter.


Category: digital_technology


Leave a Comment